Halaman

Jumat, 23 Juni 2017

3 Nusa di Pulau Bali (Part 1)

Berlibur ke 3 Nusa di Bali!

Mungkin beberapa orang masih berpikiran kalau liburan di Bali “hanya” bermain di sekitaran Pantai Kuta dan teman-temannya. Bagi sebagian orang yang suka dengan hiburan dunia malam mungkin itu adalah pilihan yang tepat. Tapi bagi saya yang suka dengan ketenangan, saya tidak terlalu suka dengan hiburan yang seperti itu. Saya sukanya yang santai-santai aja kayak #santaidulu hehehe…

Nusa Penida, Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan. Bagi sebagian orang mungkin masih terdengar asing, tapi bagi para pencari liburan dengan melihat keindahan alam atau pecinta snorkling dan diving sudah pasti tahu keindahan 3 pulau tersebut. Ketiga Nusa tersebut secara geografis terletak di bagian tenggara dari mainland Provinsi Bali. Tepatnya di Kabupaten Klungkung. Jika dilihat dari peta, Nusa Penida merupakan pulau yang terbesar dari gugusan ini, namun fasilitas pariwisata seperti hotel, restoran dan beberapa operator diving banyak tersebar di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan yang lebih kecil.

Pada awal tahun 2017, saya bersama teman saya melipir ke Bali untuk berlibur. Ya, sebenarnya saya lebih suka berlibur di pertengahan bulan januari memang karena harga tiket transportasi yang murah dan lebih sepi pengunjung. Namun ada satu rintangan yang selalu menghadang, cuaca! Perjalanan kali ini sengaja kami hanya berkeliling 3 Nusa selama seminggu penuh (efektif 5 hari bermain) dan hanya mampir di Sanur untuk beristirahat.

Speed Boat Sanur-Nusa Penida/Nusa Lembongan
Dalam 3 hari pertama liburan, saya mengunjungi Nusa Penida terlebih dahulu karena ini merupakan pulau yang terbesar dan letaknya paling jauh sehingga butuh waktu lebih banyak untuk menjelajahinya. Saya mengunjungi Nusa Penida dari Sanur menggunakan speedboat. Sekitar 1 jam kemudian saya sudah sampai di Nusa Penida, tepatnya di desa Toyapakeh.

Suasana di dalam Speed Boat

Pelabuhan di Desa Toyapakeh

Ada yang menarik disini, selama di speedboat saya berbincang dengan salah satu penduduk di Nusa Penida, namanya Bli Ketut Ngurah, kebetulan beliau adalah pemilik salah satu homestay. Beliau bercerita kalau Nusa Penida baru dikembangkan untuk pariwisata selama 2 tahun terakhir. Jauh tertinggal oleh Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan yang jauh lebih lebih kecil secara administratif. Masyarakatnya-pun sudah mulai akan sadar pariwisata dengan membangun warung-warung kecil, persewaan kendaraan bahkan membangun homestay untuk tempat singgah para pelancong. Di lokasi wisata yang sudah terkenal pun mereka membangun fasilitas yang sudah memadai. Namun sayang, infrastruktur seperti jalan dan jaringan telekomunikasi masih belum terjamah dengan baik. Sinyal HP pun hanya tersedia di bagian-bagian yang ramai saja pada pulau ini.

Karena perjalanan kami yang cukup random alias hanya berbekal informasi dari internet, saya dan teman saya sepakat untuk menginap di homestay yang dimiliki oleh Bli Ketut, kami berharap bisa mendapatkan informasi mengenai pulau ini lebih dalam. Ketika kami sampai di homestay, kami langsung dijamu oleh welcome drink berupa Jus Buah Naga yang ditanam langsung di pulau ini! Yeay!

Setelah kami beres-beres untuk persiapan menjelajah di hari pertama, kami langsung menuju lobby untuk bertanya kepada Bli Kadek, beliau adalah pemilik homestay ini yang merupakan saudara dari Bli Ketut. Bli Kadek menjelaskan pulau ini secara rinci baik dari lokasi wisata, kondisi pulau serta Do and Don’t yang harus dipatuhi di pulau ini. Setelah menjelaskan panjang lebar, kami langsung pada pertanyaan inti “Bli, kalau sudah jam segini, wisata mana yang bisa kami jelajahi hingga pukul 6 sore?” Hehehe mengingat waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang dan kami tidak mungkin melakukan kegiatan yang cukup berat. Akhrinya Bli Kadek menyarankan kepada kami untuk menjelajah lokasi wisata yang terletak di sebelah barat Nusa Penida. Dream bay, pantai atuh, angel’s billabong, pantai kelingking dan sekitarnya here we go!

Mau tau kisah selanjutnya, tunggu di part selanjutnya ya! :D


*karena ceritanya cukup panjang, saya akan buat cerita selama di 3 nusa menjadi beberapa part

Tidak ada komentar:

Posting Komentar