Halaman

Jumat, 23 September 2016

Gili Kondo yang Gili-Gili Gimana Gitu...

“Satu kawasan, banyak pilihan. Jadinya gili-gili gimana gitu…”

Gili atau dalam bahasa sasak berarti pulau kecil merupakan salah satu dari sekian banyak penamaan pulau-pulau kecil di Indonesia. Pada umumnya penamaan gili berkenaan jika pulau tersebut dijadikan lokasi untuk berwisata. Kita ambil contoh Kawasan Gili Indah yang terdiri dari 3 Gili fenomenal di Pulau Lombok yaitu Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air. Kawasan ini merupakan Kawasan Strategis dari Provinsi Nusa Tenggara Barat dan dijadikan ikon pariwisata Indonesia.

Dalam tulisan kali ini, saya tidak akan membahas 3 Gili fenomenal tersebut karena sudah sangat banyak dibahas di internet. Namun saya akan membahas gili-gili lain yang mungkin jarang tersentuh karena masih sedikit diketahui oleh orang banyak. Terletak di bagian timur Pulau Lombok yang berbatasan langsung dengan Pulau Sumbawa, ialah Kawasan Gili Kondo.

Selasa, 30 Agustus 2016

Pantai Pink Ada Juga di Lombok! : Pernah Dengar Istilah Sumur Laut? (Part 2)

...Pada awalnya, saya memang tidak mengira kalau di kawasan Pantai Pink kita bisa melakukan aktivitas snorkling. Hal ini bisa saya simpulkan karena setelah melihat-melihat review di internet mengenai Pantai Pink kegiatan yang bisa dilakukan hanyalah bermain di tepi pantai sehingga saya-pun hanya membawa baju ganti seadanya kalau misalkan ingin bermain di laut. Sesuai tulisan saya sebelumnya di Pantai Pink Ada Juga di Lombok (Part1), saya bisa melakukan snorkling di beberapa titik. Setelah melakukan negosiasi dengan pemilik perahu dan alat snorkling akhirnya kami berangkat dan tujuan pertama adalah Gili Petelu!

Perjalanan tidak terlalu lama, hanya membutuhkan waktu sekitar 5-10 menit. Kondisi laut relatif tenang dan ketika dilihat dari atas perahu visibility di dalam air cukup jelas. Awalnya saya mengira snorkling akan dilakukan di tengah laut dengan jangkar perahu dilemparkan di kedalaman sekitar 3-5 meter seperti yang dilakukan di Gili Indah (Trawangan, Meno dan Air), tetapi snorkling di Gili Petelu hanya dilakukan di pinggir pantai yang telatif dangkal dengan kedalaman hanya 1-1,5 meter. Air cukup tenang, visibility cukup baik dengan warna laut turquoise, namun yang membuat saya sedikit kesal adalah ketika lagi enak-enaknya mengapung ada saja gangguan perahu yang terombang-ambing terkena angin. Saya hampir beberapa kali dihantam lambung perahu jika tidak mendengar peringatan dari teman atau boatman yang asyik nongkrong diatas perahu. Gangguan itu terbayarkan dengan pemandangan yang cukup baik di bawah laut, terlihat beberapa coral yang yaaaa.. karena berada di pinggir pantai banyak koral yang pecah, mungkin karena gangguan perahu yang sering bersandar. Yang saya suka adalah jumlah ikan yang SANGAT SANGAT BANYAK dan beberapa kali saya menemukan schoolfish sedang bergerombol atau menemukan bintang laut yang berwarna biru. Karakteristik ikan juga cukup “ramah” (karena mungkin terbiasa dengan kunjungan wisatawan sehingga tidak mudah kabur), apalagi jika diberi umpan seperti roti ikan akan datang dengan sendirinya. Saking dekatnya kita sama ikan kadang secara tidak sadar ada ikan yang lewat pas di depan mask, atau teman saya yang tidak sengaja (maaf) menginjak ikan ketika kakinya menapak di pasir.

Senin, 01 Agustus 2016

Pantai Pink Ada Juga di Lombok! (Part 1)

“Pasir pantainya halus, ada butiran-butiran berwarna merah muda hasil pecahan dari karang”

Istilah pantai pink pertama kali saya dengar ketika membaca artikel travelling yang merujuk pada Indonesia bagian timur. Gugusan Pulau Komodo sebagai salah satu destinasi wisata di Indonesia menghadirkan pantai pink sebagai salah satu daya tarik wisatanya. Tetapi karena biaya perjalanan yang cukup membuat dompet teriak-teriak, mimpi itu masih belum bisa saya wujudkan saat ini hehe. Tetapi setelah mendapatkan informasi dari sana-sini, ternyata istilah pantai pink tidak hanya satu. Tetapi ada beberapa spot yang tersebar di sekitar Nusa Tenggara, dan salah satunya ada di Lombok!

Mendengar ada pantai pink di Lombok, saya langsung menyusun itinerary untuk menuju kesana (padahal cuma sehari doang hehehe). Di sela-sela waktu Kerja Praktik, saya dan 2 orang teman menyempatkan untuk bermain ke Pantai Pink yang terletak di ujung timur Pulau Lombok, tepatnya di dekat Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Lokasinya cukup “terpencil” karena berada di ujung tenggara Pulau Lombok, kalau melihat di peta saya menyebutnya berada di “ekor” Pulau Lombok hehehe.

Selasa, 19 Juli 2016

Menikmati Hidangan Laut di Pantai Nipah

“Belum ke pantai namanya kalau belum makan ikan bakar”

Ya, memang selama ini pantai-pantai di Indonesia identik dengan warung Ikan Bakar yang dijual di pinggir pantai (walaupun kebanyakan yang dijual adalah mie instan dan berbagai macam soft drink hehehe). Hampir semua pantai yang pernah saya kunjungi, menjual ikan bakar sebagai kudapan khasnya. Namun setiap pantai memiliki ciri khas masing-masing ikan bakarnya. Saat saya mengunjungi beberapa pantai di selatan Pulau Jawa, seperti di Kabupaten Malang bagian selatan dan Jember, bumbu ikan bakar yang disajikan hampir semuanya menggunakan “bumbu merah” dengan tomat dan cabai sebagai bahan dasarnya sehingga rasa pedas sudah cukup terasa tanpa tambahan sambal lagi. Lain halnya dengan salah satu pantai di Pulau Lombok yang akan saya bahas dalam tulisan kali ini.


Salah satu pantai yang saya kunjungi untuk menikmati kudapan Ikan Bakar adalah Pantai Nipah yang terletak di Kabupaten Lombok Utara, sekitar 30 menit ditempuh dari Kota Mataram. Pantai ini merupkan salah satu dari deretan pantai yang cukup terkenal di Pulau Lombok (menurut saya) yaitu Pantai Senggigi. Sepanjang perjalanan mendekati Pantai Nipah sudah banyak terlihat penjual Ikan Bakar di pinggir jalan raya, dan akhirnya saya memutuskan untuk berhenti di salah satu warung di pinggir jalan raya yang tidak terlalu ramai karena sudah kelaparan hehe.

Rabu, 29 Juni 2016

Yuk Kembali Bercerita!

Wah sudah lama rasanya tidak menulis disini…

Terakhir saya lihat tulisan terakhir sekitar 2 tahun yang lalu hahaha mungkin karena 2 tahun ini terlalu asik dengan dunia yang lain sehingga lupa bahwa menulis merupakan salah satu bentuk ibadah karena dengan menulis kita bisa melakukan dakwah dan menceritakan kebesaran-kebesaran Allah SWT yang mungkin orang lain belum berkesempatan untuk menyaksikannya.

Oke, selama beberapa hari kedepan saya akan coba menuliskan apapun tentang pengalaman saya (terutama dalam travelling) agar bisa dinikmati oleh pembaca.

Selamat membaca! :)